Sanggar Kembang Kelapa didirikan pada 17 September 2016 di Kampung Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, dengan filosofi nama yang melambangkan keindahan (kembang) dan manfaat (kelapa) agar sanggar ini dapat menjadi organisasi yang berguna. Sanggar ini tidak berorientasi komersial, melainkan lahir dari kecintaan dan kekhawatiran terhadap hilangnya kebudayaan lokal Betawi, sehingga berfungsi sebagai wadah bagi pemuda-pemudi untuk melestarikan dan menumbuhkan generasi penerus budaya. Hingga kini, Sanggar Kembang Kelapa aktif dalam menjaga dan mengembangkan berbagai seni Betawi dan Nusantara, seperti Palang Pintu Betawi, tari Betawi, lenong, musik gambang kromong, dan musik tanjidor.